Skip to main content

27 oktober 2014.

tepat jam 10:50 sehabis keluar kelas mengerjakan UTS Akuntansi, whatsapp dari papa langsung membuat saya lemas. pesan yang menyatakan bahwa eyang sudah dipanggil Tuhan. rasanya badan langsung lemas, shock, dan hanya bisa menangis memeluk teman saya. seketika juga saya langsung menelfon tante saya dan berharap pesan tadi hanya bohong belaka tapi ternyata benar. ini benar-benar bukan mimpi. sehabis UTS saya sudah berencana untuk pulang menengok eyang. tapi eyang udah pulang duluan :"(
eyang, peranmu sungguh tidak bisa tergantikan siapapun. eyang dulu merawat dari bayi, dari masuk tk, sd sampai sma masih dirawat eyang walaupun beberapa bulan terakhir ini eyang cuma bisa berbaring karena penyakit yang (sungguh) menyiksa eyang. kita tau, eyang sangat kesakitan, tapi eyang masih bisa bercanda dan tersenyum.
eyang, aku kangen sama eyang. kapan aku bisa tidur di samping eyang lagi? beberapa hari lagi udah 40 hari eyang gak ada. gak terasa ya, eyang udah ninggalin kita semua selama itu. maaf eyang, belum sempet nengokin eyang di saat terakhir. maaf eyang, belum sempet membahagiakan eyang. maaf eyang, maaf maaf maaf yang setulus-tulusnya. memori sama eyang semua keputer terus setiap malem sebelum tidur, masih nyesek banget rasanya. 18 tahun hidup sama eyang dibawah satu atap rumah dan kehilangan eyang itu rasanya sakit banget.
aku tau eyang disana pasti sudah seneng ketemu eyang kakung dan sodara lainnya. eyang udah gak sakit lagi kan? :) eyang sehat2 ya disana, kita semua disini seneng kalo eyang seneng.. maaf yang kalo belom sempet jadi cucu yang bikin eyang bangga ya. aku kangen pergi jalan2 sama eyang ke mall cuma bertiga sm mba ika, delivery pizza salad sampe eyang selalu setia nemenin aku belajar ngafalin sejarah sampe larut malem ngga tidur hehe. maaf ya eyang jadi nangis ngetik kayak gini :")

rest in peace eyang :) i love you so much!

Comments

Popular posts from this blog

———————— ———————— ———————— ———————— "kalau sayang gak harus memiliki, apa memiliki  harus sayang?"
For a moment there, I saw an ounce of promise in you. But you weren't strong enough to follow through on that. I just hope, for your sake that you one day find it again; That you manage to brush away the rubble in your head and find a way to love, and be loved. It's something you've been without for far too long. -tumblr

ada orang.

Ada orang yang kepergiannya menyisakan selaksa duka dan tak terlupa. Ada orang yang tak pernah bermaksud menorehkan kenangan, tapi meninggalkan seribu ingatan yang terpatri entah hingga kapan. Ada orang yang tak pernah memikirkan tapi selalu dipikirkan. Berlari sana sini, dengan kecepatan konstan, hingga memori dapat mengingat apa saja tentangnya. Ada orang yang acuh diantara ketidakacuhan seorang yang lain. Ada orang yang tak pernah sadar, hadirnya begitu diistimewakan. Ada orang yang tak pernah mau tahu. Ada orang yang selalu memerhatikan tanpa kunjung lelah. Dia bukan detektif, tapi deduksinya begitu rinci. Ada orang yang selalu peduli, meski tak pernah dipedulikan. Ada orang yang begitu tabah meski diabaikan. Ada orang yang selalu mengejar hingga terbang. Bahkan dia lupa jika dia bukan malaikat, burung atau kapal udara, dia lupa dia tak bersayap. Ada orang yang aku ingin telusuri titik lelahnya hingga batas sabarnya. Ada orang yang begitu tangguh meski hatinya rapuh. Ada...