Skip to main content

i just don't know.

dari semua hal yang bisa aku pahami sampai saat ini, aku hanya bisa berkutat di pikiran itu. pikiran yang tidak berujung, tidak ada batas akhir. jika Tuhan tahu aku tidak bisa mengatasi cobaan-Nya, kenapa aku harus tetap menerimanya? pikiran kalian seharusnya tidak sekosong itu. sehampa itu. kalian lebih menghargai hasil akhir, bukan proses ku untuk menggapainya.


bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah, dan kapan waktunya untuk bertahan? aku tidak tahu. apakah ini yang dinamakan menyerah? barangkali betul begitu. tapi dalam apa yang disebut menyerah, saya terus bertahan. saya tidak tahu. tapi hidup yang tahu. yang belum saya pahami, mengapa harus sesakit ini rasanya?


Comments

Popular posts from this blog

For a moment there, I saw an ounce of promise in you. But you weren't strong enough to follow through on that. I just hope, for your sake that you one day find it again; That you manage to brush away the rubble in your head and find a way to love, and be loved. It's something you've been without for far too long. -tumblr
———————— ———————— ———————— ———————— "kalau sayang gak harus memiliki, apa memiliki  harus sayang?"
" Saya kagum filosofi 'menyerang' sepak bola Brasil. Makanya sekarang saatnya menyerang untuk perbaikan sepak bola Indonesia. Mereka cuma bisa bertahan ," kicau Arya Abhiseka, pada 31 Desember 2010. ibaratnya pemain bola itu kita dan bolanya mereka. kita bakal terus mengejar bola yg ngga pasti arahnya kemana. yang belom tentu kalau kita udah berusaha, kita bakal menang . berarti pemain harus muter otak biar bolanya masuk gawang. mungkin saya bakal terus usaha sampai menang. seenggaknya saya udah usaha sampai maksimal. tapi gimana kalo disaat kita harus menyerang, yang kita lakukan hanya bertahan? mungkin, pemain bola itu bernasib sama kayak saya. yang saya kejar itu ga pasti. terus-menerus mengejar, tapi ga muter otak biar permainannya berhenti. tapi saat tujuan itu hilang, saya cuma bisa bertahan. kamu itu ga pernah puas, maunya digiring sama yang searah. belok dikit, langsung cari yang lain. saya lelah kejar-kejaran. memang kelihatan saya ini bodoh. saya ga cerdi...