Skip to main content

percakapan.

A: aku telah mencintainya sebisa yang aku mampu. tak seorang pun dapat menentang, besarnya aku mencintaimu.
B: pertanyaanku, kenapa kau habiskan energimu untuk sesuatu seperti cinta? haruskah mencintai begitu dalam? kalau, pada akhirnya setiap orang menjadi sedih.

A: aku sangat sangat bahagia dengan kehidupanku sekarang. aku bisa tertawa lepas.
B: tertawalah bersama-sama. karena, kesedihan adalah saat kau harus tertawa sendirian.

A: bagaimana rasanya menjadi panutan orang?
B: ...aku lelah. selalu merasa harus menjadi yang terbaik, tanpa cela. menjadi tujuan orang lain adalah beban berat yang aku tanggung karena aku takut mengecewakan orang lain. pernahkah kamu berpikir apa yang akan terjadi kalau orang yang kamu jadikan tujuan mengecewakanmu sehingga tujuanmu hilang?

A: ternyata aku enggak sehebat yang aku pikir. ternyata, aku lemah. bodoh banget kalau aku ingin diakui sebagai orang hebat.
B: kamu enggak lemah, kamu cuma lupa meminta tolong.


"...and the hardest part was letting go, not taking part. and the strangest thing was waiting for that bell to ring. it was the strangest start". -Sitta Karina.

Comments

Popular posts from this blog

———————— ———————— ———————— ———————— "kalau sayang gak harus memiliki, apa memiliki  harus sayang?"
For a moment there, I saw an ounce of promise in you. But you weren't strong enough to follow through on that. I just hope, for your sake that you one day find it again; That you manage to brush away the rubble in your head and find a way to love, and be loved. It's something you've been without for far too long. -tumblr

ada orang.

Ada orang yang kepergiannya menyisakan selaksa duka dan tak terlupa. Ada orang yang tak pernah bermaksud menorehkan kenangan, tapi meninggalkan seribu ingatan yang terpatri entah hingga kapan. Ada orang yang tak pernah memikirkan tapi selalu dipikirkan. Berlari sana sini, dengan kecepatan konstan, hingga memori dapat mengingat apa saja tentangnya. Ada orang yang acuh diantara ketidakacuhan seorang yang lain. Ada orang yang tak pernah sadar, hadirnya begitu diistimewakan. Ada orang yang tak pernah mau tahu. Ada orang yang selalu memerhatikan tanpa kunjung lelah. Dia bukan detektif, tapi deduksinya begitu rinci. Ada orang yang selalu peduli, meski tak pernah dipedulikan. Ada orang yang begitu tabah meski diabaikan. Ada orang yang selalu mengejar hingga terbang. Bahkan dia lupa jika dia bukan malaikat, burung atau kapal udara, dia lupa dia tak bersayap. Ada orang yang aku ingin telusuri titik lelahnya hingga batas sabarnya. Ada orang yang begitu tangguh meski hatinya rapuh. Ada...